Pada hari Minggu 20 Oktober 2019, tepatnya pukul 14.00 saya dan teman yang lain berkumpul untuk pergi ke rumah salah satu teman kami, di perjalanan kami sempat kesasar karena lupa jalan dan muter dua kali loh :D. Tetapi setelah di ingat - ingat kami akhirnya sampai di rumah salah satu teman kami. Dimana? yaitu di Kuripan Lombok Barat.
Kuripan Lombok Barat menjadi tujuan saya dan teman – teman. Mengapa di sana? karena berdasarkan informasi yang teman kami dapat, disalah satu desa di Kuripan tepatnya desa Sengkoah terdapat tetua adat yang sangat akrab dengan naskah kuno, beliau masih aktif dalam membaca naskah kuno dalam acara – acara tradisional. Beliau juga berprofesi sebagai Pembayun dalam upacara Sorong Serah. Pembayun merupakan penyorong yang ditugaskan untuk melakukan salah satu ritual dalam profesi adat pernikahan Suku Sasak yakni profesi Sorong Serah.
Singkat cerita, pukul 17.00 kami sampai dirumah Mamiq Upi sang tetua adat yang masih menyimpan dan menggeluti naskah kuno. Beliau menyambut kami dengan baik, beliau bertanya kepada kami asal kami dari mana dan beliau sangat bersyukur kami ingin mengetahui apa sih takepan, karena pada era modern ini sudah sangat jarang orang – orang atau pemuda pemudi seperti kita ingin mengetahui apa itu takepan. Kami pikir wawancara kami akan tegang dan kaku tetapi tidak diduga ternyata berjalan lancar dan santai, bahkan beliau sempat melontarkan candaan kepada kami hehehe :D
Mamiq Upi mulai menulis naskah kuno sejak tahun 2017. Beliau mempelajari naskah kuno dari turun temurun, beliau mendapat pelajaran naskah kuno dari nenek beliau, kemudian ke bapak beliau, dan beliau meneruskannya. Akhirnya setelah berbincang – bincang dan hari sudah semakin larut, beliau mengeluarkan beberapa macam takepan yang diketahui dan dimilikinya.
Yaitu ada takepan ajarwali atau biasa disebut gerude pakok takepan ini beliau baca pada pengobatan orang bisu, percaya tidak percaya tetapi ini nyata, setelah di bacakan orang yang di obati akan bisa kembali berbicara.
Ada juga takepan joharsah biasanya digunakan atau dibacakan pada saat acara syukuran rumah baru, masyarakat sasak mempercayai dengan di bacanya takepan ini, rumah tersebut selalu aman dan terhindar dari malapetaka.
Ada namanya takepan rengganis atau biasa di sebut anak kidung, dalam takepan ini beliau menceritakan ada kekuatan mistis di dalamnya, biasanya orang sasak menggunakan takepan ini untuk melindungi dirinya dan untuk memikat lawan jenis.
Ada takepan markum, yang khusus untuk pengajian. Takepan ini khusus mengkaji ilmu - ilmu hak syari'at, juga menceritakan asal mula manusia ada di dunia.
Ada juga takepan khayatnur atau nabi paras digunakan tatkala anak kecil akan dikuris, dibacakan pada saat malam sebelum besoknya anak kecil itu dikuris dan takepan puspekrema berisikan tentang siapa yang melakukan kebaikan akan mendapat ganjaran yang baik pula.
Mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan mengenai naskah kuno “takepan” yang ada di daerah Lombok Nusa Tenggara barat, tanah kelahiranku. Untuk para generasi muda mulailah dari sekarang mencoba untuk mempelajari apa saja yang sudah diwariskan oleh nenek moyang atau leluhur kita. Ini bagus loh untuk pengetahuan kalian dan bermanfaat pastinya. Naskah kuno bukan berarti kita yang mempelajari juga kuno loh. Yuk lestarikan budaya sasak!



makasii vida, sangat bermanfaat sekali terus kembangkan yaa :)
BalasHapusTerbaikkkk ๐๐๐
BalasHapusterimakasih, ini sangat bermanfaat ;)
BalasHapusSangat bermanfaat��
BalasHapusSangat menambah wawasan
BalasHapusBagus dan bermanfaat
BalasHapusMantapp lanjutkan lagi, banyak yg belum tau nih para generasi milenial tentng naskah kuno
BalasHapusTulisan yang sangat bermanfaat, semoga penulis tidak cukup sampai disini untuk mengenali kecintaannya pada budaya sasak.
BalasHapusMantap sis lanjutkann๐๐
BalasHapusPara milenial jarang tau nih apa itu naskah kuno termasuk aku sih hhaha๐ ๐ ternyata sangat reccomend buat dibaca jadi pengetahuan kita luas apalagi tentang budaya kita sendiri
Good job๐๐
Good job Vida, terima kasih, artikel ini menambah wawasan saya.
BalasHapusGood job vida, menambah wawasan bgt ni๐
BalasHapusNice Da, sangat menginspirasi
BalasHapusTerimakasih sudah berbagi pengalaman!
BalasHapusceritanya menarik dan kita mendapat banyak wawasan dari cerita ini. semangat dan tetap berkarya...
BalasHapusBagus banget dan sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih telah berbagi pengetahuan
BalasHapusSangat bermanfaat, terimaksih dan Terus berkarya.
BalasHapusmenarik dan bermanfaat
BalasHapusTerimakasih penulis ini sangat bermanfaat, info yg diberikan sangat detail dan dapat membantu tugas saya dalam mengetahui lebih dalam apa naskah kuno ini. Semangat terus untuk menulis lagi tentang kebudayaan sasak yang sangat banyak manfaatnya terutama untuk para turis yamg ingin tau kebudayaan sasak mereka bisa membaca blog ini dan tertarik utk berkunjung
BalasHapusmakasi juga sdh membaca tulisan ini kak
HapusBaguss nih buat pengetahuan kita yg belum tau tentang naskah kuno ternyata suku sasak kaya akan peninggalan sejarah dan dengan adanya blog ini kami yg tidak tau apa2 sekiranya jadi tau. Terimakasih kakak sudah menulis artikel ini
BalasHapusmakasih kembali ya kak sudah membaca dan semoga bermanfaat bagi kalian yg belum mengetahui naskah kuno maaf apabila ada kekurangan di tulisan ini
HapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusBagus, kembangkan..
BalasHapusBagus, semakin menambah wawasan mengetahui adat suku sasak๐
BalasHapusBagus, semakin menambah wawasan mengetahui adat suku sasak๐
BalasHapus